Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2017

Sego Tempong, a Piece of Osingnesse Taste

Gambar
Banyuwangi baru-baru ini cukup menyita perhatian dengan destinasi patai khusus muslimah yang dikenalkan pada wisatawan. Jauh sebelumnya, bumi Blambangan ini memang telah populer karena alam dan tentu saja kulinernya. Kebanyakan sih unik-unik seperti rujak soto atau rawon pecel dan satu lagi adalah sego tempong. Seperti apa dan di mana kamu bisa menemukan menu ini di Banyuwani? Berikut ulasan selengkapnya. 1. Sego Tempong Mbok Nah Sego Mbok Nah [image  source ] Dalam satu porsi, bukan hanya sambal tempong yang gurih, tapi nasi hingga lauk seperti tempe pun enak sampai gigitan terakhir. Seenak itulah kuliner di Warung Mbok Nah. Kamu bisa datang ke lokasi dari pukul 12 saiang hingga menjelang tengah malam. menu ala warung sederhana yang legendaris ini tersaji menggunakan resep sendiri mengandalkan cabe hingga tomat ranti. Usai mampir mengisi perut di sana, kamu bisa lanjut santai sambil menikmati Kota Banyuwangi dari Taman Blambangan yang berjarak hanya 2 km. Taman ...

Gandrung Banyuwangi

Gambar
Asal istilah Kata ""Gandrung"" diartikan sebagai terpesonanya masyarakat Blambangan yang agraris kepada Dewi Sri sebagai Dewi Padi yang membawa kesejahteraan bagi masyarakat. Pertunjukan Gandrung Banyuwangi Tarian Gandrung Banyuwangi dibawakan sebagai perwujudan rasa syukur masyarakat setiap habis panen.[1]. Kesenian ini masih satu genre dengan seperti Ketuk Tilu di Jawa Barat, Tayub di Jawa Tengah dan Jawa Timur bagian barat, Lengger di wilayah Banyumas dan Joged Bumbung di Bali, dengan melibatkan seorang wanita penari profesional yang menari bersama-sama tamu (terutama pria) dengan iringan musik (gamelan).[rujukan?] Gandrung merupakan seni pertunjukan yang disajikan dengan iringan musik khas perpaduan budaya Jawa dan Bali.[rujukan?] Tarian dilakukan dalam bentuk berpasangan antara perempuan (penari gandrung) dan laki-laki (pemaju) yang dikenal dengan "paju"[2] Bentuk kesenian yang didominasi tarian dengan orkestrasi khas ini populer di wilayah Banyuwan...

Gajah Oling Batik

Gambar
Banyuwangi mempunyai beragam motif batik. Tercatat lebih dari 45 batik asli Banyuwangi. Seiring berkembang nya jaman kini banyak bermunculan motif motif batik modern kreasi para pengrajin. Namun sebagai warisan budaya kita harus tahu motif dasar atau motif lawasan alias motif klasik yang sudah ada sejak lama tanpa ada unsur modern. Batik Banyuwangi lebih menggambarkan tentang keadaan alam agraris nya. 1. GAJAH OLING                                      Gajah oling merupakan motif batik paling tua di Banyuwangi. Berasal dari kata Gajah dan Uling (belut sungai) berbentuk seperti tanda tanya. Melihat dari arti kata nya Gajah bertubuh besar dan Uling berarti eling (ingat). Sehingga gajah oling ini bermakna kita harus selalu mengingat yang maha agung (Tuhan). Tema Gajah Oling di jadikan tema untuk Banyuwangi Batik Festival (BBF) tahun 2013. GAJAH OLING 2. KANGKUNG SETINGKES   ...