Banyuwangi baru-baru ini cukup menyita perhatian dengan destinasi patai khusus muslimah yang dikenalkan pada wisatawan. Jauh sebelumnya, bumi Blambangan ini memang telah populer karena alam dan tentu saja kulinernya. Kebanyakan sih unik-unik seperti rujak soto atau rawon pecel dan satu lagi adalah sego tempong. Seperti apa dan di mana kamu bisa menemukan menu ini di Banyuwani? Berikut ulasan selengkapnya.
1. Sego Tempong Mbok Nah
Sego Mbok Nah [image source]Dalam satu porsi, bukan hanya sambal tempong yang gurih, tapi nasi hingga lauk seperti tempe pun enak sampai gigitan terakhir. Seenak itulah kuliner di Warung Mbok Nah. Kamu bisa datang ke lokasi dari pukul 12 saiang hingga menjelang tengah malam. menu ala warung sederhana yang legendaris ini tersaji menggunakan resep sendiri mengandalkan cabe hingga tomat ranti. Usai mampir mengisi perut di sana, kamu bisa lanjut santai sambil menikmati Kota Banyuwangi dari Taman Blambangan yang berjarak hanya 2 km.
Taman Blambangan [image source]Lokasi : Jl. Kolonel Sugiono, Kertosari, Kec. Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur
Telepon : 0852-3272-1222
2. Sego Tempong Mbok Wah
Tempong Mbok Wah [image source]Liburan di objek wisata Banyuwangi makin seru dengan mencicpi kolaborasi sambal ranti dengan gurihnya ikan asin dalam satu porsi sego tempong di Warung Mbok Wah. Untuk sampai di lokasi, kamu harus sabar karena masuk ke dalam gang sempit. Meski begitu, terbayar lunas dengan kelezatannya. Sepiring nasi tempong dengan beragam lauk hanya dihargai sekitar Rp7.000,00. Cukup murah untuk rasa lezat dan kenyang yang kamu dapatkan. Jika berangkat dengan kereta api, berhenti di Stasiun Karangasem kemudian naik angkutan sejauh 1,5 km. Desa Wisata Osing juga bisa didatangi setelah makan di Mbok Wah, hanya butuh berkendara selama 9 menit.
Desa Wisata Osing [image source]Lokasi : Jalan Gembrung No. 220, Bakungan, Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur
Telepon : 0822-3163-1493
3. Sego Tempong Mbok Tien
Ilustrasi sego tempong [image source]Menu di Warung Mbok Tien termasuk legendaris dan letaknya dekat dengan jalur menuju Pantai Boom. Bahkan sepulang dari Bali paling enak melepas lelah di tempat ini. Dari pelabuhan jaraknya hanya sekitar 8,5 km atau bisa ditempuh selama 18 menit perjalanan. Tempatnya tidak terlalu luas, namun cukup untuk menampung satu rombongan kecil. Nikmati selagi nasinya masih hangat, dengan begitu sambal yang disiramkan pada lauk jika lebih menggigit di lidah. Tidak percaya? Buktikan saja sendiri.
Pantai Boom [image source]Lokasi : Pengantigan, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi
Telepon : (0333) 420657
4. Sego Tempong Sukowidi
Ilustrasi Sego Tempong Banyuwangi [image source]Tempong sebenarnya berarti tamparan, mengacu pada rasa kuliner yang nampar banget di lidah alias terasa pedas. Meski begitu, yang ada di Warung Sukowidi bisa pedasnya bisa dipesan sesuai selera. Bahkan tanpa sambal tetap enak namun kurang lengkap. Lauk sayuran dan hidangan pelengkapnya juga mantap. Ada pecel lele, nasi lodeh, serta ayam goreng. Nasi tempong Sukowidi ini bisa jadi pilihan sebelum kamu melanjutkan perjalanan ke Bali karena dari Pelabuhan Ketapang hanya berjarak sekitar 7 km sekaligus berdekatan dengan Pantai Cacalan.
Pantai Cacalan [image source]Lokasi : Jl. Yos Sudarso, Klatak, Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur
Itulah beberapa kuliner Banyuwangi berupa sego tempong yang bisa kamu cicipi. Jangan memaksakan diri, minta saja tingkat kepedasan yang sesuai dengan seleramu. Karena sejatinya, mencicipi kuliner asli di suatu daerah bakalan jadi pengalaman yang terkenang seumur hidup.
Like the vast majority of Internet users around the world, I recently happened upon a viral photo set that showcases an Indonesian volcano whose flames glow blue in the middle of the night. Unlike the majority of Internet users, however, I was just days away from a trip to Indonesia. And so last weekend, after having landed in Jakarta , chased orangutans in Borneo and explored the historical city of Yogyakarta , I caught a train to eastern Java island and hiked down into Kawah Ijen, where blue fire was but the beginning of my shock – and delight. Need help planning your trip to Indonesia? Hire me as your Travel Coach! Blue Sunday Kawah Ijen became a non-negotiable part of my Indonesia trip the moment I learned of its existence – largely, I’m not ashamed to admit, because my favorite color is blue. It is for this reason that I kept my commitment to visit Indonesia’s blue-fire volcano, even though one of its neighbors erupted just tw...
Asal istilah Kata ""Gandrung"" diartikan sebagai terpesonanya masyarakat Blambangan yang agraris kepada Dewi Sri sebagai Dewi Padi yang membawa kesejahteraan bagi masyarakat. Pertunjukan Gandrung Banyuwangi Tarian Gandrung Banyuwangi dibawakan sebagai perwujudan rasa syukur masyarakat setiap habis panen.[1]. Kesenian ini masih satu genre dengan seperti Ketuk Tilu di Jawa Barat, Tayub di Jawa Tengah dan Jawa Timur bagian barat, Lengger di wilayah Banyumas dan Joged Bumbung di Bali, dengan melibatkan seorang wanita penari profesional yang menari bersama-sama tamu (terutama pria) dengan iringan musik (gamelan).[rujukan?] Gandrung merupakan seni pertunjukan yang disajikan dengan iringan musik khas perpaduan budaya Jawa dan Bali.[rujukan?] Tarian dilakukan dalam bentuk berpasangan antara perempuan (penari gandrung) dan laki-laki (pemaju) yang dikenal dengan "paju"[2] Bentuk kesenian yang didominasi tarian dengan orkestrasi khas ini populer di wilayah Banyuwan...
Banyuwangi mempunyai beragam motif batik. Tercatat lebih dari 45 batik asli Banyuwangi. Seiring berkembang nya jaman kini banyak bermunculan motif motif batik modern kreasi para pengrajin. Namun sebagai warisan budaya kita harus tahu motif dasar atau motif lawasan alias motif klasik yang sudah ada sejak lama tanpa ada unsur modern. Batik Banyuwangi lebih menggambarkan tentang keadaan alam agraris nya. 1. GAJAH OLING Gajah oling merupakan motif batik paling tua di Banyuwangi. Berasal dari kata Gajah dan Uling (belut sungai) berbentuk seperti tanda tanya. Melihat dari arti kata nya Gajah bertubuh besar dan Uling berarti eling (ingat). Sehingga gajah oling ini bermakna kita harus selalu mengingat yang maha agung (Tuhan). Tema Gajah Oling di jadikan tema untuk Banyuwangi Batik Festival (BBF) tahun 2013. GAJAH OLING 2. KANGKUNG SETINGKES ...
Komentar
Posting Komentar